FUN STATION Forum Friendship & Brotherhood
Join us bro & sis di FS Forum Brotherhood untuk Fun,Friendship,Chat,Ask,Share Tips,Tricks,Trouble,Problem,Solusi Mengenai semua hal Anything/Everything untuk kamu2 semua...Welcome bro...Please Joint Us at This Forum Brotherhood Community...
FUN STATION Forum Friendship & Brotherhood

FS Forum Net Brotherhood,Share,Ask,Tips,Trick,Solution,Lifestyle,Health,Bussines,Gadget,Phone,Otomotif,Sport,Friendship,Networking,Fun,Friendship,Chat, Sport,Jokes,Ask,Internet,Repair,Assesories,Spare parts,Trade,
 
IndeksFunStation PortFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
untuk semua Sobat.Kami Mengundang Para Tamu, sekiranya berkenan para Sobat mari bergabung menjadi bagian dari FS Forum Brotherhood ---- Mari kita saling Ask & Share Solusi dan menambah Wawasan kita2 semua Thanks Alot Salam kenal - Admin FS Forum

Share | 
 

 Info,fungsi dan penjelasan mengenai DNS (Domain name system)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
Admin


Jumlah posting : 2379
Score : 6688
Reputasi : 31
Join date : 15.06.11
Age : 38
Lokasi : DKI Jakarta

Karakter
Table: 2

PostSubyek: Info,fungsi dan penjelasan mengenai DNS (Domain name system)   Wed 3 Aug - 21:10:04

Apa itu DNS
DNS (Domain Name System), Sistem Penamaan
Domain adalah sebuah sistem yang menyimpan
informasi tentang nama host maupun nama
domain dalam bentuk basis data tersebar
(distributed database) di dalam jaringan
komputer, misalkan: Internet.
DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama
host dan mendata setiap server transmisi surat
(mail exchange server) yang menerima surat
elektronik (email) untuk setiap domain.
DNS menyediakan servis yang cukup penting
untuk Internet, bilamana perangkat keras
komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP
untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan
dan penjaluran (routing), manusia pada
umumnya lebih memilih untuk menggunakan
nama host dan nama domain, contohnya adalah
penunjukan sumber universal (URL) dan alamat
e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.
Sejarah singkat DNS
Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat
mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih
dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan
kembali ke jaman ARPAnet. Dahulu, setiap
komputer di jaringan komputer menggunakan file
HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International),
yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama
(secara teknis, file ini masih ada - sebagian besar
sistem operasi modern menggunakannya baik
secara baku maupun melalui konfigurasi, dapat
melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah
nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum
melakukan pencarian via DNS). Namun, sistem
tersebut diatas mewarisi beberapa keterbatasan
yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat
sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem
yang hendak berhubungan dengan komputer
tersebut harus melakukan update terhadap file
Hosts.
Dengan berkembangnya jaringan komputer,
membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan:
sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host
hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari
perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.
Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983;
spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun
1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035
membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini
membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi.
Beberapa RFC terkini telah memproposikan
beberapa tambahan dari protokol inti DNS.
Teori bekerja DNS
Para Pemain Inti
Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga
komponen:
• DNS resolver, sebuah program klien yang
berjalan di komputer pengguna, yang membuat
permintaan DNS dari program aplikasi.
• recursive DNS server, yang melakukan
pencarian melalui DNS sebagai tanggapan
permintaan dari resolver, dan mengembalikan
jawaban kepada para resolver tersebut;
dan ...
• authoritative DNS server yang memberikan
jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik
dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam
bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke
authoritative DNS server lainnya)
Pengertian beberapa bagian dari nama domain
Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua
bagian atau lebih (secara teknis disebut label),
dipisahkan dengan titik.
• Label paling kanan menyatakan top-level
domain - domain tingkat atas/tinggi (misalkan,
alamat [You must be registered and logged in to see this link.] memiliki top-level
domain org).
• Setiap label di sebelah kirinya menyatakan
sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain
yang lebih tinggi. Catatan: "subdomain"
menyatakan ketergantungan relatif, bukan
absolut. Contoh: wikipedia.org merupakan
subdomain dari domain org, dan id.wikipedia.org
dapat membentuk subdomain dari domain
wikipedia.org (pada prakteknya, id.wikipedia.org
sesungguhnya mewakili sebuah nama host - lihat
dibawah). Secara teori, pembagian seperti ini
dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap
label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter,
selama total nama domain tidak melebihi panjang
255 karakter. Tetapi secara praktek, beberapa
pendaftar nama domain (domain name registry)
memiliki batas yang lebih sedikit.
• Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama
domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa
dari nama domain menyatakan cara untuk
membangun jalur logis untuk informasi yang
dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya
dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya.
Contoh: nama domain [You must be registered and logged in to see this link.]
memiliki nama host "www".
DNS memiliki kumpulan hirarki dari DNS servers.
Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau
lebih authoritative DNS Servers (server DNS
otorisatif) yang mempublikasikan informas
tentang domain tersebut dan nama-nama server
dari setiap domain di-"bawah"-nya. Pada puncak
hirarki, terdapat root servers- induk server nama:
server yang ditanyakan ketika mencari
(menyelesaikan/resolving) dari sebuah nama
domain tertinggi (top-level domain).
Sebuah contoh dari teori rekursif DNS
Sebuah contoh mungkin dapat memperjelas
proses ini. Andaikan ada aplikasi yang
memerlukan pencarian alamat IP dari
[You must be registered and logged in to see this link.] Aplikasi tersebut bertanya ke
DNS recursor lokal.
• Sebelum dimulai, recursor harus mengetahui
dimana dapat menemukan root nameserver;
administrator dari recursive DNS server secara
manual mengatur (dan melakukan update secara
berkala) sebuah file dengan nama root hints zone
(panduan akar DNS) yang menyatakan alamat-
alamt IP dari para server tersebut.
• Proses dimulai oleh recursor yang bertanya
kepada para root server tersebut - misalkan:
server dengan alamat IP "198.41.0.4" -
pertanyaan "apakah alamat IP dari
[You must be registered and logged in to see this link.]
• Root server menjawab dengan sebuah delegasi,
arti kasarnya: "Saya tidak tahu alamat IP dari
[You must be registered and logged in to see this link.] tapi saya "tahu" bahwa
server DNS di 204.74.112.1 memiliki informasi
tentang domain org."
• Recursor DNS lokal kemudian bertanya kepada
server DNS (yaitu: 204.74.112.1) pertanyaan yang
sama seperti yang diberikan kepada root server.
"apa alamat IP dari [You must be registered and logged in to see this link.]
(umumnya) akan didapatkan jawaban yang
sejenis, "saya tidak tahu alamat dari
[You must be registered and logged in to see this link.] tapi saya "tahu" bahwa
server 207.142.131.234 memiliki informasi dari
domain wikipedia.org."
• Akhirnya, pertanyaan beralih kepada server DNS
ketiga (207.142.131.234), yang menjawab dengan
alamat IP yang dibutuhkan.
Proses ini menggunakan pencarian rekursif
(recursion / recursive searching).
Pengertian pendaftaran domain dan glue records
Membaca contoh diatas, Anda mungkin bertanya:
"bagaimana caranya DNS server 204.74.112.1
tahu alamat IP mana yang diberikan untuk
domain wikipedia.org?" Pada awal proses, kita
mencatat bahwa sebuah DNS recursor memiliki
alamat IP dari para root server yang (kurang-
lebih) didata secara explisit (hard coded). Mirip
dengan hal tersebut, server nama (name server)
yang otoritatif untuk top-level domain mengalami
perubahan yang jarang.
Namun, server nama yang memberikan jawaban
otorisatif bagi nama domain yang umum
mengalami perubahan yang cukup sering.
Sebagai bagian dari proses pendaftaran sebuah
nama domain (dan beberapa waktu sesudahnya),
pendaftar memberikan pendaftaran dengan
server nama yang akan mengotorisasikan nama
domain tersebut; maka ketika mendaftar
wikipedia.org, domain tersebut terhubung
dengan server nama gunther.bomis.com dan
zwinger.wikipedia.org di pendaftar .org.
Kemudian, dari contoh di atas, ketika server
dikenali sebagai 204.74.112.1 menerima sebuah
permintaan, DNS server memindai daftar domain
yang ada, mencari wikipedia.org, dan
mengembalikan server nama yang terhubung
dengan domain tersebut.
Biasanya, server nama muncul berdasarkan
urutan nama, selain berdasarkan alamat IP. Hal ini
menimbulkan string lain dari permintaan DNS
untuk menyelesaikan nama dari server nama;
ketika sebuah alamat IP dari server nama
mendapatkan sebuah pendaftaran di zona induk,
para programmer jaringan komputer
menamakannya sebuah glue record (daftar
lekat???)
DNS dalam praktek
Ketika sebuah aplikasi (misalkan web broswer),
hendak mencari alamat IP dari sebuah nama
domain, aplikasi tersebut tidak harus mengikuti
seluruh langkah yang disebutkan dalam teori
diatas. Kita akan melihat dulu konsep caching, lalu
mengertikan operasi DNS di "dunia nyata".
Caching dan masa hidup (caching and time to
live)
Karena jumlah permintaan yang besar dari sistem
seperti DNS, perancang DNS menginginkan
penyediaan mekanisme yang bisa mengurangi
beban dari masing-masing server DNS. Rencana
mekanisnya menyarankan bahwa ketika sebuah
DNS resolver (klien) menerima sebuah jawaban
DNS, informasi tersebut akan di cache untuk
jangka waktu tertentu. Sebuah nilai (yang di-set
oleh administrator dari server DNS yang
memberikan jawaban) menyebutnya sebagai
time to live (masa hidup), atau TTL yang
mendefinisikan periode tersebut. Saat jawaban
masuk ke dalam cache, resolver akan mengacu
kepada jawaban yang disimpan di cache tersebut;
hanya ketika TTL usai (atau saat administrator
mengosongkan jawaban dari memori resolver
secara manual) maka resolver menghubungi
server DNS untuk informasi yang sama.
Waktu propagasi (propagation time)
Satu akibat penting dari arsitektur tersebar dan
cache adalah perubahan kepada suatu DNS tidak
selalu efektif secara langsung dalam skala besar/
global. Contoh berikut mungkin akan
menjelaskannya: Jika seorang administrator telah
mengatur TTL selama 6 jam untuk host
[You must be registered and logged in to see this link.] kemudian mengganti alamat
IP dari [You must be registered and logged in to see this link.] pada pk 12:01,
administrator harus mempertimbangkan bahwa
ada (paling tidak) satu individu yang menyimpan
cache jawaban dengan nilai lama pada pk 12:00
yang tidak akan menghubungi server DNS
sampai dengan pk 18:00. Periode antara pk 12:00
dan pk 18:00 dalam contoh ini disebut sebagai
waktu propagasi (propagation time), yang bisa
didefiniskan sebagai periode waktu yang berawal
antara saat terjadi perubahan dari data DNS, dan
berakhir sesudah waktu maksimum yang telah
ditentukan oleh TTL berlalu. Ini akan
mengarahkan kepada pertimbangan logis yang
penting ketika membuat perubahan kepada DNS:
tidak semua akan melihat hal yang sama seperti
yang Anda lihat. RFC1537 dapat membantu
penjelasan ini.
DNS di dunia nyata
Di dunia nyata, user tidak berhadapan langsung
dengan DNS resolver - mereka berhadapan
dengan program seperti web brower (Mozilla
Firefox, Safari, Opera, Internet Explorer, Netscape,
Konqueror dan lain-lain dan klien mail (Outlook
Express, Mozilla Thunderbird dan lain-lain). Ketika
user melakukan aktivitas yang meminta pencarian
DNS (umumnya, nyaris semua aktivitas yang
menggunakan Internet), program tersebut
mengirimkan permintaan ke DNS Resolver yang
ada di dalam sistem operasi.
DNS resolver akan selalu memiliki cache (lihat
diatas) yang memiliki isi pencarian terakhir. Jika
cache dapat memberikan jawaban kepada
permintaan DNS, resolver akan menggunakan
nilai yang ada di dalam cache kepada program
yang memerlukan. Kalau cache tidak memiliki
jawabannya, resolver akan mengirimkan
permintaan ke server DNS tertentu. Untuk
kebanyakan pengguna di rumah, Internet Service
Provider(ISP) yang menghubungkan komputer
tersebut biasanya akan menyediakan server DNS:
pengguna tersebut akan mendata alamat server
secara manual atau menggunakan DHCP untuk
melakukan pendataan tersebut. Jika administrator
sistem telah mengkonfigurasi sistem untuk
menggunakan server DNS mereka sendiri, DNS
resolver umumnya akan mengacu ke server
nama mereka. Server nama ini akan mengikuti
proses yang disebutkan di Teori DNS, baik
mereka menemukan jawabannya maupun tidak.
Hasil pencarian akan diberikan kepada DNS
resolver; diasumsikan telah ditemukan jawaban,
resolver akan menyimpan hasilnya di cache
untuk penggunaan berikutnya, dan memberikan
hasilnya kepada software yang meminta
pencarian DNS tersebut.
Sebagai bagian akhir dari kerumitan ini, beberapa
aplikasi seperti web browser juga memiliki DNS
cache mereka sendiri, tujuannya adalah untuk
mengurangi penggunaan referensi DNS resolver,
yang akan meningkatkan kesulitan untuk
melakukan debug DNS, yang menimbulkan
kerancuan data yang lebih akurat. Cache seperti
ini umumnya memiliki masa yang singkat dalam
hitungan 1 menit.
Penerapan DNS lainnya
Sistem yang dijabarkan diatas memberikan
skenario yang disederhanakan. DNS meliputi
beberapa fungsi lainnya:
• Nama host dan alamat IP tidak berarti
terhubung secara satu-banding-satu. Banyak
nama host yang diwakili melalui alamat IP
tunggal: gabungan dengan pengasuhan maya
(virtual hosting), hal ini memungkinkan satu
komputer untuk malayani beberapa situs web.
Selain itu, sebuah nama host dapat mewakili
beberapa alamat IP: ini akan membantu toleransi
kesalahan (fault tolerance dan penyebaran beban
(load distribution), juga membantu suatu situs
berpindah dari satu lokasi fisik ke lokasi fisik
lainnya secara mudah.
• Ada cukup banyak kegunaan DNS selain
menerjemahkan nama ke alamat IP. Contoh:,
agen pemindahan surat Mail transfer agents(MTA)
menggunakan DNS untuk mencari tujuan
pengiriman E-mail untuk alamat tertentu. Domain
yang menginformasikan pemetaan exchange
disediakan melalui rekod MX (MX record) yang
meningkatkan lapisan tambahan untuk toleransi
kesalahan dan penyebaran beban selain dari
fungsi pemetaan nama ke alamat IP.
• Kerangka Peraturan Pengiriman (Sender Policy
Framework) secara kontroversi menggunakan
keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai
rekod TXT.
• Menyediakan keluwesan untuk kegagalan
komputer, beberapa server DNS memberikan
perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya,
tigabelas server akar (root servers) digunakan
oleh seluruh dunia. Program DNS maupun
sistem operasi memiliki alamat IP dari seluruh
server ini. Amerika Serikat memiliki, secara angka,
semua kecuali tiga dari server akar tersebut.
Namun, dikarenakan banyak server akar
menerapkan anycast, yang memungkinkan
beberapa komputer yang berbeda dapat berbagi
alamat IP yang sama untuk mengirimkan satu
jenis services melalui area geografis yang luas,
banyak server yang secara fisik (bukan sekedar
angka) terletak di luar Amerika Serikat.
DNS menggunanakn TCP dan UDP di port
komputer 53 untuk melayani permintaan DNS.
Nyaris semua permintaan DNS berisi permintaan
UDP tunggal dari klien yang dikuti oleh jawaban
UDP tunggal dari server. Umumnya TCP ikut
terlibat hanya ketika ukuran data jawaban
melebihi 512 byte, atau untuk pertukaaran zona
DNS zone transfer
Jenis-jenis catatan DNS
Beberapa kelompok penting dari data yang
disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut:
• A record atau catatan alamat memetakan
sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk
IPv4).
• AAAA record atau catatan alamat IPv6
memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-
bit (untuk IPv6).
• CNAME record atau catatan nama kanonik
membuat alias untuk nama domain. Domain
yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain
dan rekod DNS seperti aslinya.
• '[MX record]] atau catatan pertukaran surat
memetakan sebuah nama domain ke dalam
daftar mail exchange server untuk domain
tersebut.
• PTR record atau catatan penunjuk memetakan
sebuah nama host ke nama kanonik untuk host
tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah
nama host di dalam domain in-addr.arpa yang
mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian
balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat
tersebut. Contohnya (saat penulisan /
penerjemahan artikel ini), [You must be registered and logged in to see this link.]
memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah
rekod PTR memetakan ,,164.34.0.192.in-
addr.arpa ke nama kanoniknya:
referrals.icann.org.
• NS record atau catatan server nama memetakan
sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari
server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan
bergantung kepada rekod NS.
• SOA record atau catatan otoritas awal (Start of
Authority) mengacu server DNS yang
mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah
domain Internet.
• SRV record adalah catatan lokasi secara umum.
• Catatan TXT mengijinkan administrator untuk
memasukan data acak ke dalam catatan DNS;
catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender
Policy Framework.
Jenis catatan lainnya semata-mata untuk
penyediaan informasi (contohnya, catatan LOC
memberikan letak lokasi fisik dari sebuah host,
atau data ujicoba (misalkan, catatan WKS
memberikan sebuah daftar dari server yang
memberikan servis yang dikenal (well-known
service) seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah
domain.
Nama domain yang diinternasionalkan
Nama domain harus menggunakan satu sub-
kumpulan dari karakter ASCII, hal ini mencegah
beberapa bahasa untuk menggunakan nama
maupun kata lokal mereka. ICANN telah
menyetujui Punycode yang berbasiskan sistem
IDNA, yang memetakan string Unicode ke
karakter set yang valid untuk DNS, sebagai bentuk
penyelesaian untuk masalah ini, dan beberapa
registries sudah mengadopsi metode IDNS ini.
Perangkat lunak DNS
Beberapa jenis perangakat lunak DNS
menerapkan metode DNS, beberapa diantaranya:
• BIND (Berkeley Internet Name Domain)
• djbdns (Daniel J. Bernstein's DNS)
• MaraDNS
• QIP (Lucent Technologies)
• NSD (Name Server Daemon)
• PowerDNS
• Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows
2000 dan Windows 2003)
Utiliti berorientasi DNS termasuk:
• dig (the domain information groper)
Pengguna legal dari domain
Pendaftar (registrant)
Tidak satupun individu di dunia yang "memiliki"
nama domain kecuali Network Information Centre
(NIC), atau pendaftar nama domain (domain
name registry). Sebagian besar dari NIC di dunia
menerima biaya tahunan dari para pengguna
legal dengan tujuan bagi si pengguna legal
menggunakan nama domain tersebut. Jadi
sejenis perjanjian sewa-menyewa terjadi,
bergantung kepada syarat dan ketentuan
pendaftar. Bergantung kepada beberpa peraturan
penamaan dari para pendaftar, pengguna legal
dikenal sebagai "pendaftar" (registrants) atau
sebagai "pemegang domain" (domain holders)
ICANN memegang daftar lengkap untuk pendaftar
domain di seluruh dunia. Siapapun dapat
menemukan pengguna legal dari sebuah domain
dengan mencari melalui basis data WHOIS yang
disimpan oleh beberpa pendaftar domain.
Di (lebih kurang) 240 country code top-level
domains (ccTLDs), pendaftar domain memegang
sebuah acuan WHOIS (pendaftar dan nama
server). Contohnya, IDNIC, NIC Indonesia,
memegang informasi otorisatif WHOIS untuk
nama domain .ID.
Namun, beberapa pendaftar domain, seperti
VeriSign, menggunakan model pendaftar-
pengguna. Untuk nama domain .COM dan .NET,
pendaftar domain, VeriSign memegang informasi
dasar WHOIS )pemegang domain dan server
nama). Siapapun dapat mencari detil WHOIS
(Pemegang domain, server nama, tanggal
berlaku, dan lain sebagainya) melalui pendaftar.
Sejak sekitar 2001, kebanyakan pendaftar gTLD
(.ORG, .BIZ, .INFO) telah mengadopsi metode
penfatar "tebal", menyimpan otoritatif WHOIS di
beberapa pendaftar dan bukan pendaftar itu saja.
Kontak Administratif (Administrative Contact)
Satu pemegang domain biasanya menunjuk
kontak administratif untuk menangani nama
domain. Fungsi manajemen didelegasikan ke
kontak administratif yang mencakup
(diantaranya):
• keharusan untuk mengikuti syarat dari pendaftar
domain dengan tujuan memiliki hak untuk
menggunakan nama domain
• otorisasi untuk melakukan update ke alamat
fisik, alamat email dan nomor telefon dan lain
sebagainya via WHOIS
Kontak Teknis (Technical Contact)
Satu kontak teknis menangani server nama dari
sebuah nama domain. Beberapa dari banuak
fungsi kontak teknis termasuk:
• memastikan bahwa konfigurasi dari nama
domain mengikuti syarat dari pendaftar domain
• update zona domain
• menyediakan fungsi 24x7 untuk ke server nama
(yang membuat nama domain bisa diakses)
Kontak Pembayaran (Billing Contact)
Tidak perlu dijelaskan, pihak ini adalah yang
menerima tagihan dari NIC.
Server Nama (Name Servers)
Disebut sebagai server nama otoritatif yang
mengasuh zona nama domain dari sebuah nama
domain.
Politik
Banyak penyelidikan telah menyuarakan kritik dari
metode yang digunakan sekarang untuk
mengatur kepemilikan domain. Umumnya, kritik
mengklaim penyalahgunaan dengan monopoli,
seperti VeriSign Inc dan masalah-masalah dengan
penunjukkan dari top-level domain (TLD).
Lembaga international ICANN (Internet
Corporation for Assigned Names and Numbers)
memelihara industri nama domain.
sumber : [You must be registered and logged in to see this link.]
Sistem_Penamaan_Domain
Kembali Ke Atas Go down
http://funstation.unlimitedforum.com
 
Info,fungsi dan penjelasan mengenai DNS (Domain name system)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» permintamaafan dan penjelasan mengenai knalpot
» HT & Throat mic buat yg doyan touring
» MOVIE (INFO) : Sherlock Holmes (2009)
» [IT] Request (Artikel, Software, Info) & Ask Your trouble Here !
» fungsi oli dalam paketan pembersih filter replacement

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FUN STATION Forum Friendship & Brotherhood :: Internet & Browsing Trik n Tips,share,ask,solusi-
Navigasi: